Kian santernya pemberitaan tentang virus flu babi rupanya menimbulkan keresahan banyak kalangan. Lihat saja bagaimana pemerintah dan masyarakat sama-sama kelabakan menanggapi berita ini. Jadi ingat waktu isu flu burung sedang hangat-hangatnya beberapa waktu lalu. Namun kali ini persoalan menjadi lain karena yang 'terlibat' adalah babi, hewan yang oleh penganut agama Islam (dan Yahudi?) tidak boleh dikonsumsi dalam bentuk apapun.

Berbarengan dengan santernya pemberitaan tentang flu babi, beberapa isu terkait dengan babi pun bermunculan ke permukaan. Salah satunya kabar yang saya peroleh dari seorang kenalan melalui imel. Dan tampaknya imel tersebut ia peroleh dari orang lain pula karena berkode Trs alias forward. Isinya? Dari judulnya saja Anda pasti sudah tahu apa isinya. Ya, judul itulah yang saya pakai untuk judul posting kali ini. Mau tahu isinya seperti apa? Silakan teruskan membaca!

Pepsi dan Coca Cola Mengandung Ekstrak Babi - TERBUKTI!

Baca dan Sebarkan !

Berita Buruk / Mengejutkan :

Pepsi dan Coca Cola mengandung ekstrak babi.
Kebanyakan orang2 tidak mengkonsumsi Pepsi dan Coca-Cola karena kandungan unsur kimia didalamnya yang sangat membahayakan tubuh seperti excessive carbonates, dll.

Namun, sekarang, tidak ada alasan yang lebih berbahaya lagi selain informasi berikut. Para ilmuwan dan peneliti di bidang kesehatan menyatakan bahwa mengkonsumsi Pepsi & Cola dapat mengakibatkan kanker dikarenakan bahan dasar pembuatannya berasal dari daging babi.

Babi adalah satu-satunya binatang yang mengkonsumsi sampah, kotoran hewan, dan urine. Pola makan babi ini menghasilkan tumbuhnya bakteri dan kuman yang sangat mematikan.

Berdasarkan laporan yang ditulis dalam Jordanian magazine, Rektor Delhi University Science and Technology , Dr. Mangoshada, secara ilmiah telah membuktikan bahwa bahan dasar pembuatan Pepsi dan Cola mengandung ekstrak yang berasal dari isi perut babi yang dapat mengakibatkan kanker dan penyakit mematikan lainnya.

Indian university menyelenggarakan uji terhadap dampak pengkonsumsian Pepsi dan Coca Cola. Hasil uji ini membuktikan bahwa pengkonsumsian Pepsi dan Coca memicu pada peningkatan kecepatan denyut jantung dan tekanan darah rendah.

Dan juga, pengkonsumsian 6 botol Pepsi atau Cola sekaligus dapat mengakibatkan kematian. Pepsi dan Coca Cola mengandung unsur2 kimia seperti: carbonic and phosphoric acids, citric acid yang dapat merusak gigi dan mengakibatkan kerapuhan pada tulang. Jika tulang (tulang disini adalah tulang yang berasal dari kerangka2 mayat yang telah dikuburkan selama 30 tahun) diletakkan dalam segelas Pepsi, maka tulang tersebut akan lumer selama 1 minggu.

Penelitian ini menetapkan bahwa calsium dapat larut dalam Pepsi dan Pepsi juga dapat melemahkan kandung kemih, ginjal, dan 'membunuh' pankreas dimana hal ini dapat mengakibatkan penyakit diabetes dan infeksi.

Penggemar Pepsi atau Coca-Cola, anda tidak perlu cemas karna masih banyak minuman-minuman lain di bumi ini, dan kita juga punya banyak alternatif minuman kesehatan seperti: jus buah, air kelapa, berbagai macam susu, dll, dan minuman2 ini juga sangat mudah didapatkan, bahkan di toko2 kecil skalipun.

MOHON SEBARKAN PESAN INI KEPADA SELURUH TEMAN DAN KONTAK YANG ADA DI MAIL ADDRESS ANDA


Nah, sudah tahu kan isinya bagaimana? Meskipun dalam imel tersebut disertakan hasil penelitian dari sejumlah universitas, namun saya pribadi belum bisa mempercayai kebenaran berita ini karena hanya disebarkan via imel. So, meskipun ada pesan untuk menyebarkan kabar ini, saya tidak menyarankan Anda untuk menyebar-luaskannya sebelum ada bukti otentik dan ilmiah mengenai hal ini. Tapi pilihan tentu saja di tangan Anda. :))